• MTS NU 08 GEMUH
  • SUKSES, KUALITAS, DAN KUANTITAS

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

 

 

PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

 

“PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN METODE READING GUIDE PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS (PTK DI KELAS VII MTs NU 08 GEMUH DESA PAMRIYAN KECAMATAN GEMUH KABUPATAEN KENDAL)”

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

OLEH :

AHMAD SOBIRIN, S.Pd.I

 

 

 

 

 

MAHASISWA PPG UIN SUNAN KALIJAGA

JOGJAKARTA

TAHUN 2022

 

 

 

 

 

 

 

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN METODE READING GUIDE PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS (PTK DI KELAS VII MTs NU 08 GEMUH DESA PAMRIYAN KECAMATAN GEMUH KABUPATAEN KENDAL)

 

  1. Latar Belakang Masalah

 

Pada penelitian ini penulis akan meneliti proses pelaksanaan pembelajaran  Pendidikan  Agama  Islam  berupa  mata  pelajaran  Al-Qur’an Hadits di Kelas VII MTs NU 08 Gemuh Desa Pamriyan Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal. Alasan peneliti memilih pelajaran Al- Qur’an Hadits adalah salah satu Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam yang merupakan sumber ajaran Islam yang bertujuan untuk memberikan pemahaman agar peserta didik sejak dini belajar, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Dalam mata pelajaran ini sesuai dengan kurikulum memang harus ada model pembelajaran  atau  metode  yang  secara  langsung  harus  melibatkan  peserta didik,   artinya   bukan   hanya   guru   yang   berperan   aktif   dalam   proses pembelajaran.

Pembelajaran  Al-Qur’an  Hadits  diharapkan  menghasilkan  manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman, takwa, dan akhlak, serta aktif membangun   peradaban   dan   keharmonisan   kehidupan,   khususnya   dalam

 

memajukan peradaban Islam. manusia seperti itu diharapkan tangguh dalam menghadapi   tantangan,   hambatan,   dan   perubahan   yang   muncul   dalam pergaulan masyarakat baik dalam lingkup Lokal, Nasional, Regional maupun Global.

 

 

 

 

 

 
   

 

 

 

 

 

2009), 4.

 

3 Lukman Zain, Pembelajaran Al-Qur’an Hadits, (Jakarta: Dirjen Pendis, Depag RI,

 

 

 

 

Firman Allah dalam Al-Qur’an tentang pendidikan.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang yang berilmu[188] (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.4 (QS Al-Imron [3]:18).

[188]  ayat Ini untuk menjelaskan martabat orang-orang berilmu.5

 

 

 

Dari permasalahan-permasalahan diatas, masalah yang utama adalah penggunaan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru didalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan oleh guru harus direnovasi, sehingga metodenya  menjadi  lebih bervariasi  dan  peserta  didik  tidak  merasa  bosan, sehingga penggunaan metode pembelajaran dapat mempengaruhi pemahaman belajar peserta didik. Maka perlu adanya solusi yang tepat untuk perbaikan dalam proses pembelajaran yaitu perlunya meningkatkan hasil belajar peserta didik  pada  mata  pelajaran  Al-Qur’an  Hadits  melalui  inovasi  metode  atau

strategi pembelajaran.6  

 

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menetapkan strategi

 

yang tepat untuk mengatasi permasalahan pembelajaran. Berdasarkan alasan tersebut, maka dilakukan penelitian tindakan kelas guna memperbaiki proses pembelajaran. Sebagaimana dijelaskan bahwa proses belajar yang menarik dan aktif adalah keinginan setiap praktisi pendidikan. Oleh karena itu penulis menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

 

 

 

 

 

 

 

4 Departemen Agama RI, Al-Qur’an & Terjmah Mushaf Al-Qur’an Al-Karim, (Jakarta: Syarefa Publising, 2013), 52.

5 Al-Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, Penerjemah Ibnu Ibrahim (Jakarta: PT.

Gramedia, Cetakan I, 2011), 3-4

6 Sumiati dan Asra, Metode Pembelajaran, (Bandung: CV. Wacana Prima, 2008), 40.

 

 

Dalam istilah bahasa Inggris Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah Classroom   Action   Research   (CAR).   Penelitian   ini   merupakan   suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh peserta

didik..8

 

PTK Bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran  serta  membantu  memberdayakan  guru  dalam  memecahkan

masalah pembelajaran disekolah. Peneliti menetapkan metode pembelajaran jenis Reading Guide yang tepat untuk mengatasi masalah pembelajaran Al-Qur’an Hadits di Kelas VII MTs NU 08 Gemuh Desa Pamriyan Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal. Salah satu metode yang menarik dalam proses belajar mengajar adalah metode Reading Guide, dimana dalam prosesnya lebih mengedepankan atau berpusat pada keaktifan peserta  didik  dalam  proses  belajar  mengajar  serta  lebih  menekankan  pada keaktifan peserta didik, diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar sesuai dengan tujuan pendidikan. Strategi pembelajaran aktif jenis Reading Guide merupakan suatu strategi panduan membaca untuk memahami materi pelajaran. Strategi ini memandu peserta didik untuk membaca panduan materi yang telah disiapkan oleh guru dan yang akan diajarkan dengan waktu yang dibatasi. Guru memberikan  pertanyaan-pertanyaan  tentang  materi  yang  sudah  dibaca  oleh

peserta didik.

 

 

 

 

 

 

7 Eneng Muslihah, Metode dan Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Haja Mandiri, 2014),

2.

8 Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek,. (Jakarta: PT

Rineka Cipta, 2010), 132

 

 

 

 

Tujuan dari strategi Reading Guide antara lain: melatih peserta didik untuk membaca yang baik dan benar, peserta didik dapat memahami isi bacaan dengan mandiri, selain itu peserta didik siap untuk mengikuti proses pembelajaran. 13

 

Dengan penggunaan strategi Reading Guide diharapkan dapat meningkatkan  hasil  belajar  peserta  didik  dalam  belajar  Al-Qur’an  Hadits. Untuk lebih jelasnya, meningkatkan hasil belajar Al-Qur’an Hadits diarahkan untuk membentuk kepribadian yang Qur’ani dan mu’min haqq. Tujuan meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits adalah untuk meningkatkan kemauan, kemampuan serta semangat bagi peserta didik agar lebih baik dalam memperbaiki mutu pribadinya dan mempelajari Al-Qur’an Hadits dengan baik.

  1. B. Rumusan Masalah

 

Menurut Sugiono masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan yang seharusnya dan apa yang benar-benar terjadi.16  Dengan berdasarkan uraian di atas maka penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut :

  1. Bagaimana penggunaan  metode  Reading  Guide  Kelas  VII  MTs  NU 08 Gemuh Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits materi hadits Riwayat Tirmidzi dari Abdullah Bin Abbas tentang keutamaan sabar.?
  2. Bagaimana hasil belajar Peserta Didik Kelas VII MTs  NU 08 Gemuh Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits materi Hadits Riwayat Muslim dari Abu Yahya Shuhaib Bin Sinan Tentang Indahnya syukur melalui metode Reading Guide?

 

  1. C. Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian

 

Dalam berpedoman dan berlandasan pada perumusan masalah diatas maka dapat diutarakan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah :

Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik setelah dilaksanakannya  pembelajaran  Al-Qur’an  Hadits melalui  penerapan metode Reading Guide PTK di Kelas VII MTs NU 08 Gemuh Desa Pamriyan Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal.

  1. KEGUNAAN PENELITIAN

Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagi berikut:

 

  1. Dapat memberikan kontribusi  keilmuan  tentang  bagaimana  menciptakan pembelajaran yang bermakna sehingga peserta didik memperoleh hasil belajar yang baik.
  2. Menambah informasi   dan   pengetahuan   dalam   khasanah   keilmuan, khususnya kajian tentang Al-Qur’an Hadits.
  3. Bagi peneliti, menambah pengetahuan dan pengalaman dalam pembelajaran Al-qur’an Hadits menggunakan metode tanya jawab dan sebagai latihan praktek lapangan melalui analisa serta memperoleh data yang konkrit dalam penelitian tersebut.
  4. Bagi guru, dapat  menciptakan  pembelajaran  yang  bermakna  sehingga diminati oleh peserta didik dan mendapatkan tambahan wawasan serta keterampilan pembelajaran yang dapat digunakan untuk kelancaran proses belajar mengajar.
  5. Bagi peserta didik,  memperoleh  pelajaran  Al-Qur’an  Hadits  yang  lebih menarik sehingga menjadikan salah satu mata pelajaran yang diminati

 

 

 

  1. TELAAH PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN

 

 

Telaah pustaka yang akan dirujuk dalam penelitian ini adalah yang berhu-bungan erat dengan: 

  1. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 
  2. Pembelajaran Al-Qur’an hadits
  3. Karakteristik Pembelajaran Al-Qur’an hadits dan Keterampilan Proses
  4. Karakteristik Pembelajaran Al-Qur’an hadits dan Keterampilan Menulis 

 

 

  1. LANDASAN TEORI

 

  1. A. Landasan Teoritik

 

  1. Pengertian Hasil Belajar a. Pengetian Belajar

Sejak lahir manusia sudah diberi kemampuan belajar oleh Allah

 

SWT. Al-Qur’an memerintahkan kepada umat Islam untuk belajar sejak

 

ayat al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.17

 

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”18 (al-Alaq: 1-5)19

Secara umum, belajar dapat diartikan sebagai proses transfer yang ditandai oleh adanya perubahan pengetahuan, tingkah laku dan kemampuan seseorang yang relatif tetap sebagai hasil dari latihan dan pengalaman  yang  terjadi  melalui  aktifitas  mental  yang  bersifat  aktif, konstruktif, komulatif dan berorientasi pada tujuan.20

Menurut  R.  Gagne  yang  dikutip  oleh  Ahmad  Susanto  belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Belajar dimaknai sebagai proses untuk  memperoleh  motivasi  dalam  pengetahuan,  keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku.21

 

 

 

Menurut Higlar dan Brower dalam bukunya Theories of Learning

yang dikutip  oleh  M.  Ngalim  Purwanto  Menyatakan: “Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap situasi   tertentu   yang   disebabkan   oleh   pengalamanya   yang berulang-ulang dalam siuasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atas dasar kecendrungan respon pembawaan,  kematangan  atau  keadaan  keadaan  sesaat seseorang”. Hal yang hampir senada dikemukakan oleh Muhibin Syah: “Belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relative menetap ssebagai hasil pengalaman  dan  interaksi  dengan  lingkungan  yang  melibatkan

proses kognitif”.22

 

 

Belajar adalah proses perubahan tingkah laku  pada diri seorang berkat pengalaman dan pelatihan. Pengalaman dan pelatihan itu terjadi melalui   interaksi   antara   individu   dan   lingkunganya.   Lingkungan memiliki   arti   luas,   tidak   hanya   lingkungan   alamiah,   tetapi   juga lingkungan sosial. Setiap tingkah laku meliputi aspek struktural (jasmaniah) dan aspek fungsional (rohaniah). Jadi, setiap tingkah laku mengandung kedua aspek itu, yang satu sama lain saling berinteraksi dan

ssaling mempengaruhi.23 

 

  1. b. Hasil Belajar

 

Hasil  belajar  adalah  keberhasilan  peserta  didik  dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau skor dari hasil tes mengenai sejumlah pelajaran tertentu. Sedangkan  Marimba  mengatakan  bahwa  “hasil  belajar  adalah kemampuan  seseorang  atau  kelompok  yang  secara  langsung  dapat

diukur”. 25

 

 

20  Abdul Mu’thi (Ed), PBM-PAI di Sekolah Eksistensi dan Proses Belajar-Mengajar

Pendidikan Agama Islam (Semarang: Fakultas Tarbiyah Iain Walisongo Semarang, 1998), 92

21   Ahmad  Susanto,  Teori  Belajar  dan  Pembelajaran  di  Sekolah  Dasar  (Jakata: Kencana Prenada Media Grup, 2013), 1.

22 Eneng Muslihah, Metode dan Strategi Pembelajaran  (Jakarta: Haja Mandiri, 2014),

62.

23 Oemar Hamalik, Strategi Belajar Mengajar, Berdasarkan CBSA (Bandung: Sinar

 

Baru 1991), 17.

 

25    Nasar,  Merancang  Pembelajaran  Aktif  Dan  Konstektual  Berdasarkan  Sisko,

Panduan Praktis, Silabus dan RPP, (Jakarta: Grasindo, 2006), 32

  1. c. Aspek-Aspek Hasil Belajar

 

Hasil belajar atau prestasi belajar adalah tahap pencapaian aktual yang ditampilkan dalam bentuk perilaku yang meliputi aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik dan dapat dilihat dalam bentuk kebiasaan, sikap, penghargaan, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Paling tidak ada tiga aspek yang menjadi sasaran pengembangan dalam setiap proses pembelajaran, yaitu :

aspek kognitif (pembinaan akal pikiran, seperti kecerdasan, kepandaian, daya nalar). Afektif (pembinaan hati, seperti pengembangan

rasa,    kesadaraan,    kepekaan    emosi    dan    kematangan    spiritual).

 

Psikomotorik    (pembinaan    jasmani,    seperti    menjaga    kesehatan, pengembangan kneterampilan).

 

  1. Metode Reading Guide

 

  1. Pengertian Reading Guide

 

Tugas utama metode pendidikan adalah mengadakan aplikasi prinsip prinsip psikologis dan pedagogis sebagai kegiatan antar hubungan pendidikan yang terealisasi melalui penyampaian keterangan dan pengetahuan agar peserta didik mengetahui, memahami, menghayati dan meyakini materi yang diberikan, serta meningkatkan keterampilan olah pikir. Selain itu tugas utama metode tersebut adalah membuat perubahan

dalam   sikap   dan   minat   serta   memenuhi   nilai   dan   norma   yang

 

berhubungan dengan pelajaran dan perubahan dalam pribadi dan bagaimana faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi pendorong ke perbuatan nyata.29

 

29 Mahfudz Salahuddin, Metodologi Pendidikan Agama, (Surabaya: Bina Ilmu, 1987),

25

 

 

 

 

“Metode  Reading  Guide  merupakan  suatu  strategi  panduan membaca  untuk  memahami  materi  pelajaran.  Strategi  ini  memandu

peserta  didik  untuk  membaca  panduan  materi  yang  telah  disiapkan dengan waktu yang dibatasi. Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dibaca.” Tujuan dari strategi Reading Guide antara lain: melatih peserta didik untuk membaca yang baik dan benar, peserta didik dapat memahami isi bacaan dengan mandiri, selain itu peserta didik siap untuk mengikuti proses pembelajaran.”

Reading Guide merupakan metode pembelajaran yang menggunakan suatu panduan baku. Metode Reading Guide dilaksanakan dengan cara guru memilih materi yang yang akan dipelajari pada hari itu. Lalu guru membuat daftar pertanyaan sebanyak mungkin berdasarkan materi yang akan dipelajari. Jadi daftar pertanyaan tersebut telah mencakup semua inti materi dalam buku ajar. Selanjutnya materi dan daftar pertanyaan tersebut dibagikan kepada semua peserta didik untuk dipelajari  dengan  seksama  dan  berusaha  menemukan  jawaban berdasarkan panduan dari daftar pertanyaan yang tersedia.

Setelah waktu belajar yang dialokasikan selesai, guru kemudian memimpin para peserta didik dengan menyampaikan semua pertanyaan tersebut satu persatu untuk dijawab oleh para peserta didikdengan sistem berebut setelah sebelumnya para  peserta didikmenutup buku ajar dan daftar pertanyaan berikut jawaban mereka.  Hal ini dimaksudkan agar peserta didikdalam menjawab setiap pertanyaan itu murni berdasarkan daya ingat mereka. Siapa yang lebih dahulu mengangkat tangan maka

guru  akan  menunjuknya  sebagai  peserta  didikyang  berhak  menjawab pentanyaan. Hal ini dimaksudkan agar peserta didiklebih aktif dan mandiri. Dan untuk pemerataan, setiap peserta didikhanya berhak menjawab satu pertanyaan saja, kecuali kalau ternyata jawabannya salah maka ia masih berhak untuk ikut berebut menjawab pertanyaan berikutnya.

 

  1. b. Langkah-Langkah Penerapan Metode Reading Guide

 

 

 

Pada penelitian ini penulis menggunakan strategi pembelajaran Reading Guide yang mana metode ini tidak terlalu membebani seorang peserta didik, peserta didik diharapkan mencari point-point bacaan yang telah ditentukan oleh pengajar.

Adapun langkah-langkah penerapan metode  Reading Guide  ini adalah:

  1. a) Menentukan bacaan yang akan dipelajari.

 

  1. b) Membuat pertanyaan-pertanyaan  yang  akan  dijawab  oleh  peserta didik atau kisi-kisi dan boleh juga bagan atau skema yang dapat diisi oleh mereka dari bahan bacaan yang telah dipilih tadi.
  2. c) Bagikan bahan bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisinya kepada peserta didi
  3. d) Tugaskan peserta  didik  adalah  mempelajari  bahan  bacaandengan menggunakan pertanyaan atau kisi-kisi yang ada. Batasi aktifitas ini

sehingga tidak memakan waktu yang berlebihan.

 

 

  1. e) Bahas pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menanyakan jawaban kepada peserta didik.
  2. f) Guru memberi ulasan dan penjelasan secukupnya.35

 

 

 

  1. c. Kelebihan dan Kelemahan Penerapan Metode Reading Guide

 

Dalam  menggunakan  metode  ini  terdapat  beberapa  kelebihan diantarannya adalah:

1)   Peserta didik lebih berperan aktif

 

2)   Materi dapat lebih cepat diselesaikan dalam kelas

 

3)   Membangkitkan minat baca peserta didik

 

4)   Mengerti peserta didik yang serius dan tidak serius dalam belajar

 

5)   Peserta didik dituntun untuk teliti dalam menjawab soal (tidak asal- asalan)

6)   Guru  mudah  mengetahui  kelemahan  dan  kelebihan  siswa  dalam membaca

7)   Adanya   keseimbangan   dalam   mengembangkan   ranah   kognitif, afektif dan psikomotor

8)   Guru mudah mengetahui pesrta didik yang malas dan tidak malas

 

 

 

Adapun     kelemahan-kelemahan     strategi     Reading     Guide

 

diantarannya adalah sebagai berikut:

 

1) Kurang efektif dalam membaca karena singkatnya waktu

 

2) Kadang membuat jenuh pesrta didik.36

 

Beberapa  alasan  digunakannya  strategi  Reading  Guide  pada pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah:

1)   Efektivitas,   karena   peserta   didik   tidak   harus   membaca   dan mempelajari  materi  pada  buku  ajar  secara  keseluruhan.  Mereka cukup mempelajari materi yang sudah disusun dalam daftar pertanyaan yang akan mereka isi.

2)   Komprehensif,  karena  apa  yang  ada  dalam  daftar  pertanyaan  itu telah mencakup seluruh inti materi dalam buku ajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

35 Zain, Hisyam, dkk, Strategi Pembelajaran aktif, (Yogyakarta: CTSD, 2002),  8

36 Zain, Hisyam, dkk, Strategi Pembelajaran aktif, (Yogyakarta: CTSD, 2002), 9

 

 

3)   Melekat,  karena  di  samping  mereka  telah  mengerjakan  tugasnya sendiri, mereka sekaligus harus mengingat-ingatnya karena sesi berikutnya adalah tanya jawab dimana mereka akan berebut untuk menjawabnya.

4)   Menyenangkan,  karena  proses pembelajaran  tidak harus di  kelas, tetapi bisa dilakukan dimanapun saja. peserta didik juga boleh mengambil posisi belajar sesukanya, misalkan dengan duduk bersila, jongkok, berdiri dan lain-lain. Prinsipnya, mereka harus menyelesaikan  tugasnya  mengisi  jawaban  dari  daftar  pertanyaan

yang mereka bawa dan tidak boleh mengganggu temannya.37 Dengan  penggunaan  strategi  Reading  Guide  diharapkan  dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam belajar Al-Qur’an Hadits.

 

  1. Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits

 

Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits termasuk di dalam rumpun mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang mana tujuan dan fungsi mata pelajaran  Al-Qur’an  Hadits  tidak  jauh  dari  mata  pelajaran  Pendidikan Agama Islam.

Mata pelajaran Al-Qur’ah Hadits merupakan unsur mata pelajaran pendidikan  agama  Islam  pada  Madrasah  Tsanawiyah  yang  merupakan kepada  peserta  didik  untuk  memahami  Al-Qur’an  dan  Hadits  sebagai sumber ajaran agama Islam dan mengamalkan isi pandangannya sebagai

petunjuk dan landasan dalam kehidupan sehari-hari.38

 

 

 

 

 

 

37 Saiful Bahri Jamarah Dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka

Cipta, 1995),  44

 

38 Muhaimin, Et.el, Paradigma Pendidikan Islam, (Bandung :PT. Remaja Rosdakarya,

2002), 75-76.

 

  1. Pengertian Al-Qur’an Hadits Sebagai Mata Pelajaran

 

Pendidikan   Al-Quran   dan   Hadits   di   Madrasah   Tsanawiyah sebagai landasan yang integral dari pendidikan Agama, memang bukan satu-satu faktor yang menentukan watak dan kepribadian peserta didik, tetapi secara subtansial mata pelajaran Al-Qur’an  Hadits memberikan kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk memperaktekan  nilai-nilai  keyakinan  keagamaan  (tauhid)  dan  ahlaqul

karimah dalam kehidupan sehari-hari.39 

 

  1. b. Tujuan pembelajaran Al-Qur’an Hadits di MTs

 

 

Pembelajaran adalah bagian dari upaya untuk mempersiapkan sejak dini agar peserta didik memahami, terampil melaksanakan dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dan Hadits melalui kegiatan pendidikan. Tujuan pembelajaran Al-Qur’an Hadits di MTs Nurul Mubin Desa Margasari Kabupaten Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timuradalah agar peserta didik mampu membaca, menulis, menghafal,

mengartikan, memahami dan terampil melaksanakan isi kandungan Al- Qur’an Hadits dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Inti ketakwaan itu ialah berakhlak mulian dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

39   Achmad Lutfi, Pembelajaran Al-Qur‟an & Hadits,(Jakarta: DIRJEN PENI DEPAG RI, 2009), 2.

 

 

Mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadits juga berfungsi untuk:

 

 

 

1) Membimbing peserta didik kearah pengenalan, pengetahuan, pemahaman dan kesadaran untuk mengamalkan kandungan ayat-ayat suci Al-qur’an dan Hadits.

2)  Menunjang bidang-bidang studi lain dalam kelompok pengajaran agama Islam, khususnya bidang studi aqidah-akhlak dan syari’ah.

3)   Merupakan mata rantai dalam pembinaan kepribadian peserta didik ke arah pribadi utama menurut norma-norma agama.41

 

Lebih khusus, bahwa terdapat tiga tujuan pembelajaran yang berlaku  untuk  semua  bentuk  pembelajaran,  tiga  aspek  tujuan pembelajaran Al-Qur’an Hadits meliputi: pertama, Tahu, mengetahui (disebut aspek knowing). Kedua, Terampil melaksanakan atau mengerjakan apa yang ia ketahui itu (disebut sebagai aspek doing). Dan ketiga,  Melaksanakan  apa  yang  ia  ketahui  itu  (yang  disebut  aspek

being).42

 

 

  1. HIPOTESIS TINDAKAN

 

 Berdasarkan kajian teori yang relevan dan sejumlah asumsi dasar sebagai-mana dikemukakan, maka hipotesis tindakan penelitian ini adalah:  Serangkaian tindakan dan refleksi terhadap pembelajaran tematik dengan media lingkungan dapat meningkatkan keterampilan proses dan keterampilan menulis siswa Kelas VII MTs NU 08 Gemuh Desa Pamriyan Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal

 

 

 

 

 

41 Zakiah Daradjat, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara,

2014)  174-175

42 Achmad Lutfi, Pembelajaran Al-Qur‟an & Hadits,(Jakarta: DIRJEN PENI DEPAG RI, 2009), 60.

 

 

  1. METODE PENELITIAN

 

Suatu pendekatan atau metode ilmiah, juga yang ada dalam penelitian, tentu tidak terlepas dari kebaikan dan kelemahan, keuntungan dan kerugian. Oleh karna itu, untuk dapat memberikan pertimbangan dan keputusan mana yang lebih baik tepatnya lebih cocok penggunaan suatu pendekatan, terlebih dahulu  perlu  dipahami  masing-masing  pendekatan  tersebut.  Dalam pertumbuhan ilmu pengetahuan, suatu teori yang dipandang sudah tidak baik dan dikalahkan oleh teori baru, maka teori yang sudah ditumbangkan tersebut pasti tidak berlaku lagi. Dengan kata lain, jika suatu teori belum tumbang pasti memiliki keampuhan.48      Penelitian yang digunakan peneliti yaitu penelitian tindakan kelas (Classroom Action Researh) yakni kegiatan penelitian untuk mendapatkan kebenaran dan manfaat praktis dengan cara melakukan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif.49 Menurut   Rochiati   Wiraatmaja,   penelitian   tindakan   kelas   adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka, dan belajar dari pengalaman mereka sendiri. Mereka dapat mencoba suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran mereka dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu.50 Dari   pengertian   di   atas,   maka   dapat  dambil   kesimpulan   bahwa penelitian  tindakan  kelas  adalah  penelitian  yang  dilakukan  oleh  guru  di kelasnya sendiri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik yaitu dengan jalan merancang, melaksanakan, mengamati dan merefleksi tindakannya secara  kolaboratif dan partisipatif.

48 M. Saekan Muchith. dkk, Classroom Action Research, (Semarang: Rasail Media

Group 2009), 13.

49 Mohammad Asrori, Penelitian Tindakan Kelas, (Bandung: Wacana Prima, 2007), 6.

50  Rochiati Wiraatmadja, Metode Penelitian Tindakan Kelas (Bandung: Rosdakarya  2005), 13.

 

 

  1. Kancah Penelitian

 

Dalam penelitian ini peneliti (Mahasiswa) sebagai pengamat sekaligus menjadi guru terhadap berlangsungnya  proses penelitian dan proses belajar mengajar  di  Kelas  VII  MTs  NU 08 Gemuh Desa Pamriyan Kabupaten Kendal.

  1. Tempat Penelitian

 

Lokasi penelitian ini berada di MTs Nurul Mubin Desa Margasari

 

Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur RT 01 RW 04

 

Dusun  08.  MTs  ini  terletak  pada  wilayah  pelosok  pedesaan  dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai buruh dan nelayan. Sebagai populasi sekaligus sampel penelitain adalah peserts didik kelas VIII dengan jumlah 25 peserta didik yang terdiri atas 12 peserta didik laki-laki dan 13 peserta didik perempuan.

  1. Waktu Penelitian

 

Penelitian  dilaksanakan  Pada  21  Mei  sampai  31 Mei  2022 dengan jadwal pelaksanaan sebagai berikut :

Tabel. 3.1

Jadwal Pelaksanaan Penelitian

 

 

 

NO

 

Kegiatan

 

 

Bulan

Mei

Tanggal

21

212

23

23

24

25

26

28

1

Perencanaan

 

 

 

 

 

 

 

2

Pra Siklus

 

 

 

 

 

 

 

3

Pelaksanaan Siklus I

 

 

 

 

 

 

 

4

Pelaksanaan Siklus II

 

 

 

 

 

 

 

5

Pengolahan Data

 

 

 

 

 

 

7

Penyusunan Laporan

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pra Siklus

 

Langkah awal yang dilakukan peneliti sebelum melaksanakan penelitian  tindakan     kelas,  yaitu  melakukan  pengamatan  awal  berupa kegiatan pra tindakan tanpa mengganggu pembelajaran untuk mengetahui keadaan awal perkembangan pembelajaran peserta didik terutama kegiatan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits dengan menggunakan lembar observasi dan lembar kerja anak. Selain melakukan pengamatan peneliti juga melakukan penilaian terhadap aktifitas yang dilakukan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus/putaran. Observasi dibagi menjadi tiga putaran, yaitu putaran 1 dan 2 dimana dimasing-masing putaran dikenai perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satu sub pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif diakhir masing-masing putaran. Dibuat dalam tiga putaran dimaksudkan untuk memperbaiki sistim pengajaran yang telah dilaksanakan.

Hal tersebut juga sesuai dengan pendapat Kemmis & Mc Taggart yang dikutip oleh Hufad Achmad menjelaskan tentang tahapan-tahapan penelitian  tindakan  kelas.  Adapun  model  dan  penjelasan  keempat  tahap

adalah sebagai berikut:52

 

Gambar: 3.1: Alur PTK Pendapat Kemmis & Taggart

 

 

 

 

 

 

 

Siklus I

 

Permasalahan                       Perencanaan

Tindakan I

 

 

 

Refleksi I

 

Pelaksanaan

Tindakan I

 

 

Pengamatan / Pengumpulan Data I

 

 

 

 

Permasalahan baru hasil Refleksi

 

 

Perencanaan

Tindakan II

 

Pelaksanaan

Tindakan II

 

 

 

 

Siklus II

 

 

 

 

 

 

 

Apabila Permasalahan

 

 

Refleksi II

 

 

 

 

 

 

Dilanjutkan ke

 

Pengamatan/ Pengumpulan Data II

 

Belum Terselesaikan

Siklus berikutnya

 

 

 

 

 

Berdasarkan pendapat diatas dapat peneliti pahami bahwa dalam penelitian tindakan kelas dilakukan dengan tahapan-tahapan yang dimulai dari  tahap perencanaan  sampai dengan tahap  refleksi  yang dilaksanakan secara sistematis agar materi pembelajaran yang disampikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik.

Tabel. 3.2

No

Nama Peserta didik

Niilai

Kriteria

1

A. HABIB ASEGAF

 

80

Tuntas

2

AIDA NUR AINI

 

60

Belum Tuntas

3

DEWI MAULIDA SAFITRI

 

40

Belum Tuntas

4

FAJAR ALI CAHAYA PUTRA

 

70

Tuntas

5

ICA SHILSYA RISTIANA

 

40

Belum Tuntas

6

INDAH NURHAYATI

 

50

Belum Tuntas

7

KHOEROTUL HANA

 

40

Belum Tuntas

 

 

Lembar Hasil Belajar Pra Sikklus peserta didik pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits di kelas VII MTs NU 08 Gemuh Desa Pamriyan Kecamatan Gemuh kabupaten kend

 

 

8

M FAHRI IHSANUDIN

 

80

Tuntas

9

MUHAMMAD ADITYA RIZKI

 

50

Belum Tuntas

10

NUR HANIF LAILI

 

60

Belum Tuntas

11

NURJIHAN AULIA

 

60

Belum Tuntas

12

PUTRI

 

50

Belum Tuntas

13

RIRIN ARIZKA

 

60

Belum Tuntas

14

ROFIATUL KHASANAH

 

70

Tuntas

15

SITI MIFTAKHUL JANNAH

 

40

Belum Tuntas

16

TSANIA IDZA SAVITHRI

 

50

Belum Tuntas

17

TSANIYA FAUZA ASHILA

 

70

Tuntas

18

ANANG BAGUS SATRIO

 

40

Belum Tuntas

19

YASIN NUR YUSUP

 

70

Tuntas

20

RIZQIYATUS SYIFA ULYA

 

60

Belum Tuntas

21

HIMAWAN REZA FEBRIANSYAH

 

70

Tuntas

22

Tulusiah

60

Belum Tuntas

23

Uswatun Hasanah

50

Belum Tuntas

24

Zainuddin

50

Belum Tuntas

25

Zakariya

70

Tuntas

 

 

 

Keterangan :

 

  1. Kriteria Hasil belajar

 

< 65 = Tidak tuntas

 

≤ 65 = Tuntas, dengan ketuntasan belajar 75 %

 

  1. Analisis Data Hasil Belajar

 

Jumlah nilai semua peserta didik ( ∑X) = 1460

 

Jumlah peserta didik ( ∑N ) = 25

 

Jumlah rata-rata semua peserta didik yang tuntas belajar = 8

 

 

Sehingga nilai rata-ratanya X =

 

X =

 

= 58,4

 

Ketuntasan belajar (%) P =                                                             %

 

P =

 

P =32%

 

 

Dalam tabel perolehan nilai evaluasi peserta didik dengan nilai tertinggi terdapat 8 peserta didik dan 17 peserta didik mendapatkan nilai rendah di bawah standar KKM yakni 75%, diharapkan pada penelitian nanti hasil belajar peserta didik dapat lebih baik / meningkat.

Kenyataan yang terdapat dilapangan berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan sebelum diadakan tindakan di Kelas VII MTs NU 08 Gemuh Desa Pamriyan Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal.  Pada  Tanggal  23  Juni 2022,  terdapat  permasalahan  di dalamnya, yakni kegiatan pembelajarannya cenderung monoton atau satu arah  yaitu  ceramah  sehingga  masih  berpusat  pada  guru,  peserta  didik bersikap pasif ketika berlangsung pembelajaran di kelas.  Dan masih ada peserta didik yang belum mencapai nilai di atas KKM yaitu 75%. Hasil belajar bidang studi Al-Qur’an Hadits peserta didik kelas VII diperoleh 8 peserta didik yang tuntas, 17 peserta didik belum tuntas.53

 

Dari hasil belajar peserta didik yang masih rendah ini, maka kegiatan pembelajaran harus diinovasi dalam proses pembelajaran di kelas VII MTs NU 08 Gemuh Desa Pamriyan Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal Tahun Pelajaran 2021.

Bertitik tolak dari latar belakang permasalahan tersebut diatas maka dalam penelitian ini penulis mengambil judul “Peningkatan Hasil Belajar Peserta  Didik  Melalui  Penerapan  Metode  Reading  Guide  Pada  Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits ( PTK di Kelas VII MTs NU 08 Gemuh Desa Pamriyan Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal)”.

 

  1. C. Teknik Pengumpulan Data

 

  1. Populasi Penelitian

 

 

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.54  Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII MTs NU 08 Gemuh Desa Pamriyan Kecamatan Gemuh kabupaten Kendal.

 

 

 

 

 

 

 

53 Hasil  Observasi Survey Pada 22  Juni 2015 di Kelas VIII  MTs Nurul Mubin Desa

Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur.

 

 

 

 

Tabel. 3.3

Jumlah Populasi Penelitian

No

Kelas

Laki-

laki

Perempuan

Jumlah

1

VII

12

13

25 Peserta didik

Jumlah

25 Peserta didik

 

Tabel 3.3 Sumber : Dokumen kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU 08 Gemuh Desa Pamriyan Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal.

 

  1. Alat Pengumpulan Data

 

Alat pengumpulan data merupakan bagian yang sangat penting dari penelitian itu sendiri. Dalam penelitian tindakan kelas, ciri utama dari pengumpulan data adalah orang sebagai alat yang mengumpulkan data yang diinginkan.

Adapun alat pengumpulan data yang akan penulis gunakan adalah sebagai berikut :

  1. a. Metode Tes

 

Tes  merupakan  salah  satu  alat  untuk  melakukan  pengukuran, yaitu  alat  untuk  mengumpulkan  informasi  karakteristik  suatu  objek.

Dalam  pembelajaran  objek  ini  bisa  berupa  kecakapan  peserta  didik, minat, motivasi dan sebagainya. Tes dapat juga dapat diartikan sebagai sejumlah  pertanyaan  yang  harus  diberikan  tanggapan  dengan  tujuan untuk mengukur tingkat kemampuan seseorang atau mengungkap aspek tertentu dari orang yang dikenai tes.55

  1. Metode Observasi

 

 

 

 

 

 

 

54  Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010), 265.

55 Eko Putro Widoyoko, Evaluasi Program Pembelajaran, (Yogyakarta: Pustaka

Pelajar, 2010), 45.

 

 

Metode observasi adalah suatu cara pengumpulan data yang dilakukan dengan sengaja melalui pengamatan dan pencatatan terhadap gejala-gejala, peristiwa  peristiwa dari  obyek yang diselidiki.  Menurut Sutrisno Hadi, "observasi bisa diartikan pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomena-fenomena yang diselidiki."56

Adapun  observasi  yang  peneliti  lakukan  dalam  penelitian  ini

 

adalah observasi partisipan (secara langsung), artinya penulis ikut langsung terjun ke lapangan untuk memperoleh data yang berhubungan dengan permasalahan. Metode ini peneliti gunakan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, dengan adanya metode ini diharapkan mendapatkan informasi yang falid berdasarkan data dan fakta-fakta di lapangan. berdasarkan jenisnya observasi dibagi menjadi 2 yakni :

1) Observasi non partisipan, artinya : peneliti tidak ambil bagian/tidak

 

terlibat langsung dalam kegiatan orang-orang yang diobservasi.

 

2) Observasi yang berstruktur, artinya : dalam melaksanakan observasi peneliti  mengacu  kepada  pedoman  yang  telah  disiapkan  terlebih dahulu oleh peneliti.

Metode ini merupakan salah satu metode pokok yang digunakan peneliti untuk mengetahui keadaan MTs NU 08 Gemuh yang sebenarnya di lapangan. Adapun data observasi yang dibutuhkan peneliti dengan menggunakan metode observasi yaitu : a) Melihat  keadaan  langsung  proses  belajar-mengajar  dan  aktifitas peserta didik yang dilakukan di madrasah. b) Melihat  aktifitas  guru  dalam  menerapkan  metode  terhadap  proses belajar mengajar

 

 

 

56 Sutrisno Hadi, Metodelogi Reaserch,(Yogyakarta: Yayasan UGM 1985),186.

 

 

  1. c. Metode Wawancara

 

Metode wawancara atau Intervew adalah Adalah suatu pengumpulan   data   yang   digunakan   untuk   memperoleh   informasi langsung dari sumbernya.57  Percakapan itu dilakuakan oleh dua pihak yaitu pewawancara (InterVewer) yang menunjukkan pertanyaan itu dan yang diwawancarai (interVewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.58

Metode ini digunakan untuk mewawancarai peserta didik guna

 

memperoleh data – data yang berhubungan dengan hasil belajar peserta didik   belajar   Al-Qur’an   Hadits   dan   mewawancarai   guru   guna memperoleh data – data yang berhubungan dengan usaha – usaha yang dilakukan guru dalam menanggulangi problem peserta didik. Sebelum melakukan  wawancara  peneliti  terlebih  dahulu  mempersiapkan pertanyaan – pertanyaan yang nantinya akan disodorkan kepada subyek penelitian.

 

 

  1. Metode Dokumentasi

 

Metode Dokumentasi adalah alat pengumpulan data yang digunakan untukmencari, mengenal hal – hal atau variable yang berupa catatan, buku, surat kabar, majalah, peraturan – peraturan, dan sebagainya.59

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

57  Ridwan, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Penlitian Pemula, (Bandung: Alfabet, 2007), 74.

58 Asep Saiful Muhtadi, Jurnalistik Pendekatan Teori & Praktik, (Jakarta: LOGOS Wacana Ilmu, 1999), 212.

59 Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek,. (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010), 274.

 

 

.

 

 

 

 

Metode  ini  penulis  gunakan  untuk  memperoleh  data  tentang

 

gambaran umum sekolah, seperti letak geografis, struktur organisasi dan hal – hal yang berkaitan dengan sekolah dan proses belajar mengajar sehingga diperoleh gambaran yang jelas tentang sekolah yang akan penulis teliti. Metode dokumentasi juga digunakan oleh peneliti untuk memperoleh gambaran ketika proses belajar mengajar dilaksanakan.

 

  1. Analisa Data

 

Analisa data kualitatif menurut Bogdan dan Biklen adalah upaya yang  dilakukan  dengan  jalan  bekerja  dengan  data,  mengolah  data  yang sudah didapat, memilah  – milih menjadi satuan dan disesuaikan dengan

bahasan, mensintesisnya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa

 

yang penting dan apa  yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.

 

  1. Pengumpulan Data

 

Untuk memperoleh data dari lapangan yang dilakukan melalui observasi, data yang dapat berupa dokumen, catatan lapangan melalui perilaku subyek penelitian dan sebagainya. Dalam proses pengumpulan data dilaksanakan  kegiatan  triangulasi,  yakni  pengecekan  terhadap  kebenaran data dan penafsiran dengan cara membandingkan data yang diperoleh dari sumber lain pada berbagai fase penelitian lapangan pada waktu berlainan dan menggunakan metode yang berlainan.

  1. Reduksi Data

 

Reduksi   data   diartikan   sebagai   proses   pemilihan,   pemusatan perhatian pada penelitian yang sederhana, pengabstrakan, transformasi data yang muncul dari catatan-catatan hasil dilapangan, Reduksi data bukanlah hal yang terpisah dari analisa data di lapangan.

  1. Penyajian Data

 

Penyajian data disini dibatasi sebagai penyajian sekumpulan informasi tersusun yang memberikan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Dalam penyajian data diuraikan seluruh konsep yang ada hubungannya dengan pembahasan penelitian. Oleh karena itu semua data – data di lapangan yang berupa dokumen, hasil wawancara, hasil observasi dan lain – lain akan dianalisa sehingga memunculkan deskripsi dan pada akhirnya dapat menjelaskan adanya permasalahan.

  1. Penarikan Kesimpulan

 

Penarikan kesimpulan merupakan kegiatan penggambaran yang utuh dari obyek yang diteliti atau konfigurasi yang utuh dari obyek penelitian. Prosedur penarikan kesimpulan didasarkan pada gambaran informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu pada penyajian data melalui transformasi tersebut, penulis dapat melihat apa yang ditelitinya dan menentukan kesimpulan yang benar mengenai obyek penelitian. Kesimpulan–kesimpulan yang diverifikasi selama penelitian berlangsung.

 

 

  1. SISTEMATIKA PEMBAHASAN

Penilaian Tindakan Kelas ini dijadikan beberapa Bab pembahasan sebagai kerangka yang dijadikan acuan dalam berfikir secara sistematis. Adapun sistematika pembahasan dalam skripsi ini adalah sebagai berikut :

Bab Kesatu Pendahuluan yang terdiri dari : Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan dan kegunaan Penelitian, serta Sistematika Pembahasan.

Bab   Kedua   Landasan   Teoritik,   Kerangka   Berfikir   dan   Hiptesis Tindakan  yang  terdiri  dari  :  Landasan  Teoritik  Meliputi  Pengertian  hasil Belajar,  Hasil  Belajar,  Aspek-aspek  Hasil  Belajar  meliputi  :  Aspek  Hasil Belajar Kognitif, Aspek Hasil Belajar Afektif, Aspek Hasil Belajar Psikomotorik., Metode Reading Guide terdiri dari : Pengertian Reading Guide, Langkah-Langkah Penerapan Metode Reading Guide, Kelebihan dan Kelemahan Metode Reading Guide., Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits terdiri dari :  Pengertian Al-Qur’an Hadits, Tujuan Pembelajaran Al-Qur’an Hadits di MTs,  Ruang  Lingkup  Pendidikan  Al-Qur’an  Hadits  di  MTs.,  Kerangka Berfikir. Hipotesis Tindakan.

Bab Ketiga Metodologi Penelitian yang Meliputi : Pendekatan Penelitian, Kancah Penelitian yang berisi Tempat Penelitian, Waktu Penelitian, Pra Siklus. Teknik Pengumpulan Data.

Bab Keempat Hasil Penelitian dan Pembahasan yang meliputi: Hasil Penelitian yang berisi Deskripsi Hasil Penelitian, Deskripsi Setting Penelitian, Pelaksanaan Siklus Pertama (Siklus I), Pelaksanaan Siklus Kedua (Siklus II). Pembahasan yang berisi, Analisis Penelitian, Pembahasan

Bab Kelima Penutup yang meliputi Kesimpulan dan Saran-Saran.

 

  1. DAFTAR PUSTAKA

 

Abdul Rahman Fadl, al-Qur’an dan Terjemahnya Aljumanatul A’li, Jakarta: J- ART, 2005

 

Achmad Hufad, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Depag RI, 2009.

 

 

 

Ahdi Nur, Pendidikan Keluarga dalam Perspektif Islam,  Yogyakarta: Pustaka

Belajar, 2010

 

Ahmadi Abu, Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Pustaka Setia, 2005

 

Al-Ghazali Al-Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, Cetakan I, Penerjemah Ibnu

Ibrahim Jakarta: PT. Gramedia, 2011

 

Asrori Mohammad, Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: Wacana Prima, 2007

 

Aqib Zainal, dkk, Penelitian Tindakan Kelas Untuk SD, SLB, dan TK, Bandung: Rama Widya, 2009

 

Bahri Saiful Jamarah Dan Aswan Zain, Stategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka

Cipta, 1995

 

Daradjat Zakiah, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, Jakarta: Bumi

Aksara, 2014

 

Departemen Agama RI, Al-Qur’an & Terjmah Mushaf Al-Qur’an Al-Karim, Jakarta: Syarefa Publising, 2013

 

Hadi Sutrisno, Metodelogi Research,Yogyakarta:Yayasan UGM 1985

 

Hasil Survey Pada 22 Juni 2015 di MTs Nurul Mubin Desa Margasari Kecamatan

Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur.

 

Hamalik Oemar, Strategi Belajar Mengajar, Berdasarkan CBSA, Bandung: Sinar

Baru 1991

 

Ismail, Strategi Pembelajaran PAI berbasis PAIKEM, Semarang: Rasail Media

Grup, Cet. I,  2008.

 

Lutfi  Achmad,  Pembelajaran  Al-Qur’an  &  Hadits,  Jakarta:  DIRJEN  PENI DEPAG RI, 2009

 

Miles Mattew B dan Humberman A Michael, Analisis Data Kualitatif, Jakarta: Terjemahan Rohendi Rohidi, UI Pres,  1992.

Muhaimin,   Et.el,   Paradigma   Pendidikan   Islam,   Bandung   :PT.   Remaja

Rosdakarya, 2002.

 

Muchith M. Saekan. dkk, Classroom Action Research, Semarang: Rasail Media

Group 2009

 

Mu’thi Abdul (Ed), PBM-PAI di Sekolah Eksistensi dan Proses Belajar-Mengajar Pendidikan Agama Islam, Semarang: Fakultas Tarbiyah Iain Walisongo Semarang, 1998

 

Muslich  Mansyur,  Melaksanakan PTK Penelitian Tindakan  Kelas Itu  Mudah, Jakarta: Bumi Aksara, 2009.

Muslihah Eneng, Metode dan Strategi Pembelajaran, Jakarta: Haja mandiri, 2014. Nasar,  Merancang  Pembelajaran  Actif  Dan  Konstektual  Berdasarkan  Sisko,

PanduanPraktis, Silabus Dan RPP, Jakarta: grasindo, 2006.

 

Nasib ar-Rifa’i Muhammad, Ringkasan Tafsir Ibn Katsir, Jakarta: Gema Insani

Press, 2001

 

Nasution Mardiah Kalsum,  Dasar-Dasar Kependidikan, Jakarta: Haja Mandiri

2011.

 

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 2 Tahun 2008

 

Qardhawi Yusuf, Al-Qur’an Berbicara Tentang Akal dan Ilmu Pengetahuan, Jakarta: Gema Insani Press, 1999

 

Ridwan,  Belajar  Mudah  Penelitian  Untuk  Guru,  Karyawan  dan  Penlitian

Pemula,Bandung: Alfabet, 2007.

 

Saiful Muhtadi, Asep, Jurnalistik Pendekatan Teori & Praktik, Jakarta: LOGOS Wacana Ilmu, 1999.

 

Mahfudz Salahuddin, Metodologi Pendidikan Agama, Surabaya: Bina Ilmu, 1987

 

Shihab Umar, Kontekstualitas Al-Qur’an Kajian Tematik Atas Ayat-Ayat Hukum

Dalam al-Qur’an, Jakarta: Pena Madani, 2005

 

Suciati, Belajar & Pembelajaran 2, Jakarta: Universitas Terbuka, Edisi 1, 2007. Sugiono, Metode Penelitian Administrasi, Bandung: CV Alvabeta 1998.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010.

 

 

 

 

 

 

 

Sukmadinata  Nana  Syaodih,  Metode  Penelitian  Pendidikan,  Bandung:  PT.

Remaja Rosda Karya, 2010

 

Sumiati, Metode Pembelajaran, Bandung: CV. Wacana Prima, 2008

 

Susanto  Ahmad,  Teori  Belajar  dan  Pembelajaran  di  Sekolah  Dasar,  Jakata: Kencana Prenada Media Grup, 2013

 

Widoyoko Eko Putro, Evaluasi Program Pembelajaran, Yogyakarta: Pustaka

Pelajar, 2010

 

Wiraatmadja  Rochiati,  Metode  Penelitian  Tindakan  Kelas,  Bandung:  Remaja

Rosdakarya, 2005.

 

Yahya, Didaktik Metodik, Lampung: Fakta Press IAIN Raden Intan Lampung,

2010

 

Zain, Hisyam, dkk, Strategi Pembelajaran aktif, Yogyakarta: CTSD, 2002.

 

Zain Lukman, Pembelajaran Al-Qur’an Hadits, Jakarta: Dirjen Pendis, Depag RI,

2009.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SERAH TERIMA BANTUAN HIBAH BUS

Pada hari kamis tanggal 1 februari 2024 Alhamdulillahirobbil 'Alamiin... MTs NU 08 Gemuh Menerima Bantuan Hibah berupa BUS  dari Pemerintah Kabupaten Kendal dalam hal ini diwakili

09/02/2024 08:39 - Oleh Administrator - Dilihat 299 kali
UPACARA PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-95 MTs NU 08 GEMUH TAHUN 2023

Sabtu, 28 Oktober 2023 Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 dilaksanakan di halaman madrasah dengan petugas upacara kelas IX-A berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Disampa

29/10/2023 20:13 - Oleh Administrator - Dilihat 388 kali
SERAH TERIMA BANTUAN DARI INDOSIAR DAN SCTV UNTUK MTs NU 08 GEMUH

Selasa, 11 Oktober 2022 Penyerahan Bantuan Pendidikan dari Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) SCTV-INDOSIAR untuk MTs NU 08 Gemuh. Bantuan berupa: 3 Rak Buku Perpustakaan 100 Buku

12/10/2022 08:19 - Oleh Administrator - Dilihat 708 kali
PRESTASI PORSEMA YANG DI RAIH MTs NU 08 GEMUH

Alhamdulillah Terima Kasih Peserta Didiknya MATADEWA yang Hebat. Terima Kasih Bapak dan Ibu Guru Pendamping dan Pembina yang Hebat. Matur Nuwun Do'a dan Support Orang Tua serta Wali P

12/10/2022 08:17 - Oleh Administrator - Dilihat 508 kali
Visitasi Penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten (CSAK) Tahun 2022 MTs NU 08 Gemuh

Gemuh Kendal - Rabu (24/8/2022), Visitasi Penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten (CSAK) Tahun 2022 di MTs NU 08 Gemuh Kabupaten Kendal, dilakukan oleh Tim Terpadu yang yang terdi

24/08/2022 12:05 - Oleh Administrator - Dilihat 753 kali
Ayo Menanam ; One Man One Tree MTs NU 08 Gemuh Ajak Kapolsek Gemuh dan Kepala Desa Pamriyan Menanam Pohon.

Ayo Menanam ; One Man One TreeMTs NU 08 Gemuh Ajak Kapolsek Gemuh dan Kepala Desa Pamriyan Menanam Pohon. Gemuh- Hari ini Jum’at, 5 Agustus 2022, mengambil tema "Small Invesment,

05/08/2022 11:00 - Oleh Administrator - Dilihat 386 kali
Wujud Nyata Adiwiyata, MTs NU 08 Gemuh Lakukan Kampanye Kebersihan

Sebagai langkah nyata program Adiwiyata Madrasah yang terintegrasi dengan gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah, pihak MTs NU 08 beserta seluruh kader Adiwiyata yang

30/07/2022 10:35 - Oleh Administrator - Dilihat 345 kali
170 Kader Adiwiyata Madrasah Siap Wujudkan Lingkungan Sehat Sekolah

Dalam rangka mewujudkan salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup, pada hari Jumat 29 Juli 2022, MTs NU 08 Gemuh melaksanakan pelantikan kader Adiwiyata Madrasah tahun pelajaran 2

29/07/2022 18:15 - Oleh Administrator - Dilihat 474 kali
Kepala MTs Nu 08 Gemuh Lantik 170 Kader Adiwiyata Madrasah

Gemuh -170 Peserta didik di MTs NU 08 Gemuh dilantik menjadi Kader AdiwiyataKepala MTs NU 08 Gemuh selaku Penanggung Jawab Tim Adiwiyata Madrasah , hari ini Jum’at 29 Juli 2022 me

29/07/2022 10:55 - Oleh Administrator - Dilihat 282 kali
GEBYAR PRAKTIKUM MTs NU 08 GEMUH TAHUN 2022

MTs NU 08 Gemuh membekali peserta didik dengan ilmu yang sangat dibutuhkan untuk masa depannya. Melalui mata pelajaran Fikih siswa harus Praktik sholat janazah. Melalui kitab k

18/02/2022 10:55 - Oleh Administrator - Dilihat 433 kali